Tampilkan postingan dengan label tugas baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas baru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Januari 2011

Etika Bisnis Pada Pasar Persaingan Sempurna

Free market competitions atau yang biasa kita kenal dengan pasar bebas, merupakan pasar dimana didalamnya tidak ada unsur intervensi (campur tangan) dari pemerintah. Mekanisme pasar atau tarik ulur antara demand dan supply adalah yang mendasari berjalannya transaksi pasar. Dalam free market competitions biasanya bentuk pasar adalah pasar persaingan sempurna. Melihat kondisi pasar perdagangan internasional sekarang ini, metamorfosis pasar diperkirakan akan menuju ke arah suatu bentuk pasar “free market competition”. Karena pasar bebas merupakan bentuk pasar yang paling adil.
Sedangkan Etika bisnis adalah perwujudan dari nilai-nilai moral. Hal ini disadari oleh sebagian besar pelaku usaha, karena mereka akan berhasil dalam kegiatan bisnisnya jika mengindahkan prinsip-prinsip etika bisnis. Jadi penegakan etika bisnis penting artinya dalam upaya menegakkan iklim persaingan sehat yang kondusif, penegakan etika bisnis pada pasar persaingan sempurna.
Maka dalam pembahasan etika bisnis pada pasar persaingan sempruna. Maka terdapat dua etika yang harus dipegang oleh para pelaku pasaragar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu
Pertama, pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik pertemuan antara demand dan supply. Dalam etika pasar islami, ekuiblirium diartikan sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk mendapatkan barang dan hak penjual untuk mendapatkan uang yang sepantasnya dari barang yang dijualnya. Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang sepantasnya sebagai pengganti harga barang yang dibelinya.
Kedua, adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan penawaran barang oleh penjual sebagai bentuk ta’awun atau lebih keren kita sebut sebagai bertemunya need dan order. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang ditransaksikan membawa manfaat, dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.
Jika kita sudah memahami dari penjelasan tersebut maka harus kita aplikasikan agar kita dapat bersaing dalam dunia bisnis pada pasar persaingan sempurna. Dan juga dapat menghasilkan SDM yang berkualitas dalam menghadapi persaingan di era globalisasi ini.
Ref : http://maskhuzam.wordpress.com/2009/04/02/etika-pasar-bebas/

Senin, 01 November 2010

Budaya Kerja Perusahaan RIM

Hampir seluruh eksekutif dan profesional muda kita sangat terpukau dengan kehadiran BlackBerry, ponsel cerdas dengan kemampuan push e-mail dan komunikasi via Internet yang sangat bermanfaat untuk membantu kesibukan mereka. Kalaupun belum menggunakannya, hampir semua dari mereka pernah mempertimbangkan atau mengidamkan untuk memilikinya. Bahkan kini telah muncul istilahCrackberry di kalangan profesional (‘crack’ adalah julukan salah satu narkoba) untuk menggambarkan perangkat telepon yang bisa membuat kecanduan penggunanya ini. BlackBerry adalah salah satu contoh bagaimana sebuah inovasi di bidang ICT bisa melanda dunia dengan sangat cepat.

Research in Motion (RIM), perusahaan pencipta BlackBerry, didirikan tahun 1984 oleh Mike Lazaridis, seseorang mahasiswa University of Waterloo Kanada yang memulai usahanya setelah mendapat proyek USD 500,000 dari General Motors dalam mengembangkan sebuah sistem display untuk jaringan kontrol komputer. Selama bertahun-tahun, RIM mengembangkan komunikasi data nirkabel untuk berbagai perusahaan telekomunikasi sebelum akhirnya menghasilkan BlackBerry yang sangat sukses.

Adapun budaya kerja yang diterapkan oleh perusahaan ini adalah Pertama, menjadi pelaku entrepreneur bukan berarti menjadi seseorang pengambil resiko yang besar. Para pengusaha yang berhasil adalah mereka yang bisa memperhitungkan seberapa besar resiko terburuk dari investasi mereka dan menyesuaikan keputusan sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Mereka sering tampak seperti pengambil resiko besar hanya karena tidak mengikuti ‘resep standar’ untuk melakukan riset dan perencanaan yang panjang dan komplit sebelum mengambil keputusan investasi. Padahal sebenarnya, di belakang layar mereka pun punya perhitungan sederhana untuk menimbang potensi keuntungan dan resiko investasi mereka, tanpa perlu menghasilkan beratus-ratus halaman analisis yang malah mungkin menimbulkan analysis paralysis (kelumpuhan atau ketidakberanian mengambil keputusan karena terlalu banyak analisis).

Kedua, RIM benar-benar fokus pada satu hal saja seperti perusahaan startup lainnya yang juga sukses. Visi mereka tunggal yakni BlackBerry. Perusahaan ini berhasil mengatasi berbagai godaan untuk diversifikasi. Mungkin hal ini bisa dipandang sebagai kelemahan, tetapi melihat trend pasar saat ini, kelihatannya pilihan mereka untuk fokus hanya pada BlackBerry adalah pilihan yang sangat tepat. Jim Collins dalam buku terlarisnya ‘From Good to Great’ juga menyebutkan bahwa perusahaan yang sukses, menjadi besar dan bertahan lama adalah perusahaan yang benar-benar fokus untuk mengembangkan hanya beberapa (bahkan hanya satu atau dua) hal-hal kunci yang bisa mereka lakukan dengan sangat baik, bahkan mungkin terbaik di dunia.

Ketiga, budaya kerja di RIM sangat egalitarian alias menganut persamaan derajat, karena bukankah ide cemerlang bisa berasal dari mana saja? Pertemuan-pertemuaan rapat serta komite di RIM menggambarkan iklim ini. Pemimpin puncak perusahaan bisa bertukar pendapat dengan seorang junior atau bahkan seorang yang sedang kerja praktek di perusahaannya. Yang penting, masing-masing, apapun jabatan mereka, terus berkontribusi demi kemajuan perusahaan.

Setelah saya jabarkan diatas maka seharusnya perusahaan di Indonesia mulai belajar menerapkan budaya kerja yang dilakukan perusahaan RIM yang berhasil memproduksi produk blackberry yang mampu menyaingi produk handphone celuler yang terkemuka.



Ref : http://aa-blackberry.blogspot.com/2009/05/rahasia-kesuksesan-blackberry.html